ALAT-ALAT LABORATORIUM
1.
Lampu spirtus ( Bunsen )
Fungsi: Bunsen
terbuat dari kaca yang berisi bahan bakar seperti spirtus atau semacamnya, dan
bagian ujung atasnya terdapat sumbu yang dapat dinyalakan. Bunsen digunakan
untuk pemanasan larutan
Cara penggunaan: Lampu spritus digunakan untuk memanaskan larutan dalam jumlah
kecil. Sebelum dinyalakan, hendaknya dipastikan bahwa spritus didalam wadah
berada dalam jumlah yang mencukupi. Untuk menyalakan bunsen, buka tutup lampu
spritus kemudian nyalakan dengan korek api. Lampu spritus dapat dipadamkan
dengan cara menutup api yang sedang menyala dengan penutup lampu bunsen
Cara
perawatan: a. pastikan Bunsen dalam keadaan mati apabila setelah selesai
digunakan
b. simpan di tempat yang tertutup dan
kering.
c. selalu bersihkan dan jauhkan dari debu.
2. Labu Erlenmeyer
Fungsi: Erlenmeyer merupakan alat yang berfungsi untuk mengukur, menyimpan, dan mencampur cairan.
Cara
Penggunaan: Cara menggunakan erlenmeyer ketika
proses titrasi yaitu erlenmeyer diletakkan dibawah buret sebagai wadah analit
(zat yang ingin diketahui konsentrasinnya)
Cara
perawatan : setelah penggunaan, dibilas dengan air bersih
terlebih dahulu agar sisa sisa larutan yang masih ada pada labu Erlenmeyer terbuang.
Dan terakhir cuci dengan detergen, setelah semua proses selesai, keringkan
terlebih dahulu dan disimpan.
3.
Corong
Pisah
Corong pisah terbuat dari gelas tembus pandang (transparan) dengan
kaca jenis boroksilat. Ukuran corong pisah yaitu 125 ml, 250 ml, 500 ml, dan
1000 ml.
Fungsi: untuk
memisahkan dua macam pelarut yang tidak saling bercampur sebagaimana dalam
proses ekstraksi cair-cair
Cara Penggunaan: Cara
menggunakan corong pisah adalah sebagai berikut (Widhy, 2008) :
a. Campuran yang akan dipisahkan dimasukkan lewat lubang atas,
katub corong pisah dipastikan dalam keadaan tertutup.
b. Bagian atas corong dipegang dengan tangan kanan dan kiri dalam
posisi horisontal. Kocok agar ekstraksi berlansung dengan baik.
c. Tutup bagian atas dibuka, keluarkan larutan bagian bawah melalui
katub secara pelan. Tutup kembali katub jika larutan lapisan bawah sudah
keluar.
Cara perawatan: Sebelum
menggunakan, lakukan pengecekan tutup dan kran corong pisah sudah tepat dan
tidak bocor. Dalam pengocokkan corong pisah dilakukan dengan cara
memegang bagian atas berikut tutupnya dengan tangan kanan dan tangan kiri
memegang tangkai corong berikut kerannya.
4.
Buret
Fungsi: Buret
berbentuk silindris memanjang dengan skala pada sisi luarnya dan terdapat kran
pada sisi bawah. Buret digunakan untuk menambahkan larutan pereaksi dimana
volume penambahan harus diketahui atau dicatat
Cara
Penggunaan: Cara menggunakan buret adalah
sebagai berikut
a. Kran dipastikan dalam keadaan tertutup, yaitu posisi kran katup
horizontal.
b. Buret ditempatkan pada statis secara vertikal.
c. Larutan standar dimasukkan ke dalam buret sampai batas maksimal
volume buret.
d. Larutan sampel disiapkan dan ditempatkan dalam labu Erlenmeyer.
e. Tambahkan indikator satu atau dua tetes.
f. Larutan standar diteteskan pada larutan sampel yang terdapat
dalam labu Erlenmeyer dengan mengatur kecepatan tetes menggunakan kran katup
sambil dilakukan penggojogan.
g. Titrasi dihentikan bila larutan sampel telah sampai pada titik
ekivalen.
h. Volume larutan standar yang terpakai kemudian catat volume
dengan melihat skala buret dengan memperhatikan meniskus.
Cara perawatan:
Berhati-hati saat melakukan proses titrasi ketikamemasang buret pada
klem. Dan buret dicuci setelah selesai digunakanmenggunakan air yang dimasukkan
dalam buret dan dikocok perlahan.
5.
Sentrifuge
Fungsi: Sentrifuge
digunakan untuk memisahkan suatu endapan dengan cara cepat
Cara penggunaan: Cara
menggunakan sentrifuge yaitu dengan membuka penutup sentrifuse terlebih dahulu.
Endapan yang akan dipisahkan dari larutan dimasukkan ke dalam sentrifuse. Kemudian
dimasukkan kedalam rumah tabung. Pastikan bahwa seluruh rumah terisi oleh
tabung dan tiap tabung mempunyai voleme yang sama. Kondisi ini perlu untuk
menjaga kestabilan putaran sentrifuge. Setelah selesai tutuplah kembali dengan
penutup yang tersedia . Putarlah tombol pengarut putaran sentrifuge, dimulai dari
putaran rendah terlebih dahulu. Secara perlahan-lahan naikkan kecepatan putaran
sentrifuge sampai dengan putaran tinggi
Cara perawatan:
Untuk membersihkan permukaan plastik harus menggunakan kain yang dibasahi
dengan cairan non-korosif. Jika tabung kaca atau plastik pecah saat proses
sentrifugasi, isi akan tumpah, jika hal tersebut terjadi maka bersihkan
serpihan kaca dan cairanyang tumpah dengan hati-hati. Hal ini dilakukan untuk
membersihkan rotor. Longgarkan mur pusat, pisahkan kedua mangkuk rotor dengan menekan
sedikit dengan ibu jari ke bagian tengah dan lakukan pembersihan. Apabila
sumber listrik secara mendadak terputus, penutup chamber dapat dibuka dengan
menekan lubang kecil yang terdapat pada kedua sisi samping alat menggunakan pin
silinder kecil.
Daftar Pustaka
Khamidinal. (2009). Teknik Laboratorium Kimia. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar.
Widhy,P.
(2009, 21-22 Februari). Alat dan Bahan Kimia dalam Laboratorium IPA. Pelatihan
Penggunaan
Alat Laboratorium IPA: Yogyakarta.
Politeknik Pertanian Negeri Kupang. 2021 “Peralatan Laboratorium Kimia: Modul 1”. https://mplk.politanikoe.ac.id. Diakses pada: 6 September 2023
Universitas Muhammadiyah Surakarta. 2016 “Prosedur Mutu Standar Oprasional Prosedur Bunsen”. https://silabfik.ums.ac.id Diakses pada: 6 September 2023
Universitas Brawijaya. 2015 “Instruksi Kerja Alat Centrifuge Thermoscientific Labofuge 200”. https://sainstkim.teknik.ub.ac.id. Diakses pada: 6 September 2023
Komentar
Posting Komentar