ALAT-ALAT LABORATORIUM

 

1.      Lampu spirtus ( Bunsen )






Fungsi: Bunsen terbuat dari kaca yang berisi bahan bakar seperti spirtus atau semacamnya, dan bagian ujung atasnya terdapat sumbu yang dapat dinyalakan. Bunsen digunakan untuk pemanasan larutan (Khamidinal, 2009)

Cara penggunaan: Lampu spritus digunakan untuk memanaskan larutan dalam jumlah kecil. Sebelum dinyalakan, hendaknya dipastikan bahwa spritus didalam wadah berada dalam jumlah yang mencukupi. Untuk menyalakan bunsen, buka tutup lampu spritus kemudian nyalakan dengan korek api. Lampu spritus dapat dipadamkan dengan cara menutup api yang sedang menyala dengan penutup lampu bunsen (Khamidinal, 2009)

Cara perawatan: a. pastikan Bunsen dalam keadaan mati apabila setelah selesai digunakan

b. simpan di tempat yang tertutup dan kering.

c. selalu bersihkan dan jauhkan dari debu.

 

2.      Labu Erlenmeyer 





Fungsi: Erlenmeyer merupakan alat yang berfungsi untuk mengukur, menyimpan, dan mencampur cairan.

Cara Penggunaan: Cara menggunakan erlenmeyer ketika proses titrasi yaitu erlenmeyer diletakkan dibawah buret sebagai wadah analit (zat yang ingin diketahui konsentrasinnya) (Khamidinal, 2009)

Cara perawatan : setelah penggunaan, dibilas dengan air bersih terlebih dahulu agar sisa sisa larutan yang masih ada pada labu Erlenmeyer terbuang. Dan terakhir cuci dengan detergen, setelah semua proses selesai, keringkan terlebih dahulu dan disimpan. (Khamidinal, 2009)

 

3.      Corong Pisah


 



Corong pisah terbuat dari gelas tembus pandang (transparan) dengan kaca jenis boroksilat. Ukuran corong pisah yaitu 125 ml, 250 ml, 500 ml, dan 1000 ml.

Fungsi: untuk memisahkan dua macam pelarut yang tidak saling bercampur sebagaimana dalam proses ekstraksi cair-cair (Khamidinal, 2009)

Cara Penggunaan: Cara menggunakan corong pisah adalah sebagai berikut (Widhy, 2008) :

a. Campuran yang akan dipisahkan dimasukkan lewat lubang atas, katub corong pisah dipastikan dalam keadaan tertutup.

b. Bagian atas corong dipegang dengan tangan kanan dan kiri dalam posisi horisontal. Kocok agar ekstraksi berlansung dengan baik.

c. Tutup bagian atas dibuka, keluarkan larutan bagian bawah melalui katub secara pelan. Tutup kembali katub jika larutan lapisan bawah sudah keluar.

Cara perawatan: Sebelum menggunakan, lakukan pengecekan tutup dan kran corong pisah sudah tepat dan tidak bocor. Dalam pengocokkan corong pisah dilakukan dengan cara memegang bagian atas berikut tutupnya dengan tangan kanan dan tangan kiri memegang tangkai corong berikut kerannya.

4.      Buret





Fungsi: Buret berbentuk silindris memanjang dengan skala pada sisi luarnya dan terdapat kran pada sisi bawah. Buret digunakan untuk menambahkan larutan pereaksi dimana volume penambahan harus diketahui atau dicatat (Khamidinal, 2009)

Cara Penggunaan: Cara menggunakan buret adalah sebagai berikut (Widhy, 2008)

a. Kran dipastikan dalam keadaan tertutup, yaitu posisi kran katup horizontal.

b. Buret ditempatkan pada statis secara vertikal.

c. Larutan standar dimasukkan ke dalam buret sampai batas maksimal volume buret.

d. Larutan sampel disiapkan dan ditempatkan dalam labu Erlenmeyer.

e. Tambahkan indikator satu atau dua tetes.

f. Larutan standar diteteskan pada larutan sampel yang terdapat dalam labu Erlenmeyer dengan mengatur kecepatan tetes menggunakan kran katup sambil dilakukan penggojogan.

g. Titrasi dihentikan bila larutan sampel telah sampai pada titik ekivalen.

h. Volume larutan standar yang terpakai kemudian catat volume dengan melihat skala buret dengan memperhatikan meniskus.

Cara perawatan:  Berhati-hati saat melakukan proses titrasi ketikamemasang buret pada klem. Dan buret dicuci setelah selesai digunakanmenggunakan air yang dimasukkan dalam buret dan dikocok perlahan.

 

5.      Sentrifuge






Fungsi: Sentrifuge digunakan untuk memisahkan suatu endapan dengan cara cepat (Khamidinal, 2009)

Cara penggunaan: Cara menggunakan sentrifuge yaitu dengan membuka penutup sentrifuse terlebih dahulu. Endapan yang akan dipisahkan dari larutan dimasukkan ke dalam sentrifuse. Kemudian dimasukkan kedalam rumah tabung. Pastikan bahwa seluruh rumah terisi oleh tabung dan tiap tabung mempunyai voleme yang sama. Kondisi ini perlu untuk menjaga kestabilan putaran sentrifuge. Setelah selesai tutuplah kembali dengan penutup yang tersedia . Putarlah tombol pengarut putaran sentrifuge, dimulai dari putaran rendah terlebih dahulu. Secara perlahan-lahan naikkan kecepatan putaran sentrifuge sampai dengan putaran tinggi (Khamidinal, 2009).

Cara perawatan: Untuk membersihkan permukaan plastik harus menggunakan kain yang dibasahi dengan cairan non-korosif. Jika tabung kaca atau plastik pecah saat proses sentrifugasi, isi akan tumpah, jika hal tersebut terjadi maka bersihkan serpihan kaca dan cairanyang tumpah dengan hati-hati. Hal ini dilakukan untuk membersihkan rotor. Longgarkan mur pusat, pisahkan kedua mangkuk rotor dengan menekan sedikit dengan ibu jari ke bagian tengah dan lakukan pembersihan. Apabila sumber listrik secara mendadak terputus, penutup chamber dapat dibuka dengan menekan lubang kecil yang terdapat pada kedua sisi samping alat menggunakan pin silinder kecil.

 Daftar Pustaka

Khamidinal. (2009). Teknik Laboratorium Kimia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Widhy,P. (2009, 21-22 Februari). Alat dan Bahan Kimia dalam Laboratorium IPA. Pelatihan  Penggunaan Alat Laboratorium IPA: Yogyakarta.

Politeknik Pertanian Negeri Kupang. 2021 “Peralatan Laboratorium Kimia: Modul 1”.   https://mplk.politanikoe.ac.idDiakses pada: 6 September 2023

Universitas Muhammadiyah Surakarta. 2016 “Prosedur Mutu Standar Oprasional Prosedur Bunsen”. https://silabfik.ums.ac.id  Diakses pada: 6 September 2023

Universitas Brawijaya. 2015 “Instruksi Kerja Alat Centrifuge Thermoscientific Labofuge 200”. https://sainstkim.teknik.ub.ac.id. Diakses pada: 6 September 2023






Komentar